Pada hari Rabu (19/8/2026), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bersama sejumlah pihak terkait menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Kekeringan.
Rakor tersebut dihadiri oleh Penjabat (Pj.) Satgas Swasembada Pangan Provinsi Jawa Timur Ir. Yuris Tiyanto, M.M., Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Lamongan, BBWS Bengawan Solo, serta Ketua Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Lamongan.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan hasil rapat antisipasi kekeringan yang dilaksanakan pada Rabu (12/8/2026) di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur dan dipimpin Menteri Pertanian, Kabupaten Lamongan memiliki potensi terdampak kekeringan hingga 82.389,15 hektare.
Potensi tersebut perlu diantisipasi sejak dini agar ketersediaan air untuk pertanian tetap terjaga, sehingga petani dapat terus berproduksi, swasembada pangan di Kabupaten Lamongan tetap dipertahankan dan aktivitas pertanian masyarakat tidak terganggu. (Script/Lens: Gih)



