Waspada Serangan Tikus, Langkah Preventif Diintensifkan di Musim Tanam 3.
Dalam menghadapi potensi serangan hama tikus yang kerap meningkat pada musim tanam ke-3, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan mengambil langkah sigap dengan mengintensifkan upaya pengendalian secara terpadu bersama kelompok tani, petugas POPT, dan penyuluh pertanian lapangan (PPL).
Pagi ini dilaksanakan gerdal di lahan sawah Poktan murni takeran, Desa Takeranklanting Kecamatan Tikung. Musim tanam ke-3 sering kali menjadi momon rawan serangan hama tikus karena kondisi lahan yang mulai kering serta minimnya aktifitas pertanian di beberapa titik. Menyikapi hal tersebut, sejumlah gerakan pengendalian hama tikus (gropyokan) secara serentak telah digelar di beberapa desa yang tergolong endemis.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan menyampaikan bahwa antisipasi dini menjadi kunci dalam mencegah ledakan populasi tikus yang berpotensi menyebabkan kerusakan tanaman. "Kami terus menghimbau petani agar rutin melakukan monitoring dilahannya, membersihkan tanggul dan saluran air, serta melaksanakan pengendalian terpadu berbasis habitat," ujar beliau.
Selain gropyokan, metode lain yang diterapkan meliputi penggunaan jebatan tikus, pengasapan lubang sarang, dan aplikasi pestisida nabati ramah lingkungan. Upaya ini juga didukung dengan sosialisasi dan pelatihan teknis kepada petani agar pengendalian yang dilakukan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi aktif antara petani, penyuluh, dan pemerintah daerah, diharapkan serangan hama tikus di musim tanam ke-3 ini dapat ditekan, sehingga produktifitas dan ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan tetap terjaga.